Wednesday, December 20, 2017

Tips Mengelola Kecemasan, Biar Tetap Tampil Oke


“Cemas”, pastinya setiap orang pernah mengalaminya. Suatu kali saat diminta maju ke depan kelas; jantung deg-degan lebih dari biasanya, terpikirkan bermacam-macam keraguan, dan muncul sedikit kegelisahan. Itu sebagian dari gejala kecemasan dan barangkali pengalaman tersebut merupakan hal umum yang pernah dialami banyak orang.
Kecemasan sendiri ada yang bersifat state (kecemasan yang dirasakan lebih karena situasi, situasinya berlalu maka cemasnya hilang) dan bersifat trait (kecemasan yang dirasakan disebabkan sifat individu yang mudah cemas, cemasnya dalam berbagai situasi). Kecemasan seringkali menjadikan perfomansi seseorang tidak optimal. Misalnya saja orang yang sudah belajar dan mempersiapkan ujian dengan baik tetapi saat di ruang ujian dia merasa cemas dan kecemasannya tidak terkelola dengan baik. Akibatnya, dia kesulitan untuk bisa menunjukkan kemampuannya secara optimal. Lalu, bagaimana mengelola kecemasan agar tidak mengganggu perfomansi? Berikut ini sejumlah tips dalam mengelola kecemasan agar perfomansi tetap oke:



1. Berpikir positif
Pikiran menentukan perasaan dan perilaku. Seringkali, pikiran-pikiran negatif menjadi sumber dari kecemasan. Seorang filsuf mengatakan bahwa manusia sebenarnya bukan diganggu oleh benda tetapi diganggung oleh pikirannya terhadap benda tersebut. Mengapa ada orang yang takut kecoak sekalipun hanya mendengarnya dan ada orang yang biasa-biasa aja dengan kecoak sekalipun ia melihatnya langsung? Jika dilogika, jelas kecoak itu ukurannya lebih kecil dibanding manusia yang tentunya manusia akan kuat melawannya. Pikiran negatif terhadap kecoaklah yang menjadi seseorang takut terhadapnya. Olehkarena itu, penting untuk mengelola pikiran sehingga lebih bisa berpikir positif.


2. Melakukan relaksasi
Kecemasan bisa dikenali dari gejala-gejalanya. Gejala-gejala kecemasan sendiri bisa dibagi dalam sejumlah aspek, meliputi; kognitif (bingung, sulit konsentrasi), afektif (perasaan khawatir, sedih), perilaku (gagap saat bicara, menghindari situasi), dan fisiologis (jantung berdetak lebih kencang, keringat banyak keluar, sakit perut dll). Gejala-gejala yang muncul tadi hendaknya bisa diatasi agar tidak menimbulkan permasalahan lebih lanjut. Salah satu caranya dengan melakukan relaksasi. Latihan nafas (menarik nafas lalu menghembuskan secara berulang pada saat merasa ada ketegangan) bisa menjadi latihan sederhana dalam relaksasi dan bermanfaat untuk mengurangi ketegangan dalam tubuh.


3. Kuatkan diri dengan afirmasi dan doa
Pada dasarnya, setiap orang bicara terhadap dirinya sendiri secara berulang yang biasa dikenal dengan istilah self talk atau self affirmation. Sayangnya, tidak semua kata-kata pada diri sendiri yang diucapkan bernada positif, tidak jarang orang justru melakukan self talk negatif pada dirinya sendiri. Negative self talk inilah yang menjadi salah satu penyebab dari kecemasan. Saat seseorang dalam situasi ujian di kelas misalnya, tidak jarang ada yang berkata, “Kacau ini, kacau”. Ucapan tersebut jelas jauh dari manfaat dan andainya terjadi beneran, justru merugikan diri sendiri. Olehkarena itu, dalam berbagai situasi cermatilah self talk dalam diri dan pastikan isinya bernada positif. Lebih oke lagi kalau diganti dengan doa sesuai dengan maksud dan harapan atas situasi yang dihadapi.


4. Sering-sering latihan
Pepatah mengatakan kalau banyak praktik akan menjadikan lebih perfect. Kecemasan adakalanya disebabkan karena keraguan akan kemampuan diri. Ada perasaan tidak mampu atas keterampilan yang dimiliki. Olehkarena itu, sering-sering mengasah keterampilan akan menjadi hal bermanfaat dalam mengatasi kecemasan. Jika merasa cemas saat berbicara di depan umum, sering-seringlah latihan berbicara di depan umum. Tahapannya bisa dimulai dari membayangkan berbicara di depan umum dulu, berikutnya latihan berbicara di depan teman dekat atau kerabat, setelah itu praktik berbicara di hadapan orang yang lebih banyak.


5. Melakukan persiapan sebaik-baiknya
Persiapan adalah bagian dari penentu kesuksesan. Jika persiapannya baik, maka kesuksesan akan lebih mungkin untuk diraih. Kecemasan muncul saat seseorang dihadapkan pada situasi yang tiba-tiba, darurat atau di luar perkiraan sedangkan diri tidak memiliki kesiapan. Olehkarena itu, penting untuk melakukan persiapan terbaik, memperhitungkan hal-hal pokok yang perlu dipersiapkan, dan menyadari hal-hal yang perlu diwaspadai. Membuka diskusi dengan teman bisa menjadi alternatif untuk melengkapi pandangan, melihat sisi yang luput dari perhatian, dan mendapat solusi jika ada permasalahan.


Demikianlah sejumlah tips dalam mengelola kecemasan. Perasaan cemas sebenarnya adalah hal wajar yang dialami setiap orang. Kecemasan ibaratkan alarm yang memberi tahu adanya sesuatu yang perlu segera diperhatikan dan diberikan tindakan. Namun demikian, jika alarm itu berlebihan, terlalu sensitif, berbunyi keras padahal situasinya biasa saja, maka alarm itu perlu untuk diatur kembali. Kecemasan yang ada perlu dikelola sehingga tidak mengganggu perfomansi diri. 

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved