Thursday, September 21, 2017

Menyembuhkan Luka Kecewa; Bangkit Melejit Raih Bahagia, Berikut Tipsnya.



Sisi kejiwaan manusia itu ibaratkan gunung es di samudera. Bagian puncak dari gunung es yang terlihat di permukaan samudera adalah seperti bagian dari sisi sadar yang berisi segala yang menjadi fokus perhatian saat ini di sini. Sedangkan bagian terbesar dari gunung es adalah bagian di bawah permukaan samudera layaknya bagian dari sisi ketidaksadaran yang berisi attitude, pengalaman menyenangkan, pengalaman tidak menyenangkan, dan segala hal yang ditekan.

Bagian ketidaksadaran diyakini jauh lebih besar dibandingkan bagian sadar dan memiliki peran paling besar dalam menentukan perilaku individu. Seseorang bisa saja dari luar tampak ramah, ceria, seolah tidak ada masalah tetapi siapa tahu kalau ternyata di dalam hatinya ada kecewa, luka, pengalaman pahit yang dipendam sudah sangat lama. Sisi tidak menyenangkan yang tidak ingin ditampilkan, ingin dilupakan, dan terus saja di desak masuk ketidaksadaran.  Ada orang-orang yang bisa mengelolanya dengan baik sehingga tidak mengganggu kehidupannya tetapi ada juga yang justru kehidupannya dikendalikan oleh sisi gelap dalam dirinya. Berikut ini sejumlah tips untuk menyembuhkan rasa kecewa dan agar hidup lebih bahagia:

1.    Sadarilah Sebuah Realitas Kehidupan
Sebuah realitas dalam kehidupan ini bahwa segala hal di dunia itu pastilah berpasang-pasangan; ada siang, ada malam; ada laki-laki, ada perempuan; ada bahagia, ada kecewa. Ibaratkan dua sisi mata uang, keduanya adalah bagian yang tidak terpisahkan. Ingatan peristiwanya ada di ranah pikiran sedangkan emosi yang dirasakan ada di ranah perasaan. Tidak kalah lebih penting dari mengelola ingatan adalah mengelola perasaan.


2.    Kenalilah Rasa Kecewa dan Dampaknya
Ketika dihadapkan dengan peristiwa yang menimbulkan perasaan tidak menyenangkan, beragam reaksi yang manusia munculkan. Umumnya, orang lebih menyukai hal-hal yang menimbulkan perasaan senang dan sulit menerima peristiwa yang menimbulkan perasaan tidak bahagia. Perasaan tidak bahagia umumnya akan berusaha dilupakan (dibuat folder tersendiri dalam perasaan) atau berusaha dibuang ke tempat sampah perasaan (recycle bin). Sayangnya, kedua hal tersebut pada saatnya akan memenuhi memori dan mengganggu kinerja seseorang. Layaknya komputer yang lemot karena terlalu banyak file atau folder tidak penting. Mengenali rasa kecewa menjadi hal yang bermanfaat dalam proses pengelolaan emosi tidak menyenangkan. Pahamilah dampaknya agar lebih termotivasi untuk mengelola emosi dengan baik.



3.    Belajar dari Kejadian yang Dialami
Hidup adalah pembelajaran. Setiap hari, setiap orang belajar. Hal tersebut yang menjadikan orang berkembang dan mendewasa. Hasil dari pembelajaran salah satunya adalah perubahan perilaku yang menunjukkan arah perbaikan. Layaknya pepatah, “Keledai tidak akan jatuh pada lubang yang sama”. Seekor keledai sekalipun belajar sehingga tidak mengalami peristiwa yang sama, lebih-lebih ketidaknyamanan. Dengan demikian, ambilah hikmah atau nilai pembelajaran dari setiap kejadian. Pastinya ada hikmah yang bisa diambil dan bermanfaat untuk keputusan di masa depan.


4.    Lepaskan Beban Kecewa
Ada ilustrasi yang menarik. Seseorang diminta untuk mengangkat pensil ke atas. Mudah dan ringan, bukan? Tapi apa yang dirasakan jika pensil yang ringan tersebut diminta untuk mengangkatnya tinggi-tinggi selama satu jam? Sudah pasti tangannya terasa pegal-pegal dan capek. Kalau diteruskan, bisa-bisa terjadi trauma otot. Itu adalah ilustrasi terkait dengan permasalahan dan emosi negatif. Mungkin hanya sedikit atau kecil tetapi kalau disimpan terlalu lama akan menimbulkan masalah. "Lepaskanlah" beban masalah, buka lebar-lebar genggaman masalah  dengan sharing, berbagi cerita, konsultasi atau jika membutuhkan bantuan profesional bisa membuat janji dengan psikolog. Bantuan profesional akan memberikan manfaat guna memahami sumber masalah dan mengatasi emosi negatif yang dialami. Segeralah bangkit dan jadilah potensi melejit.


5.    Undanglah Bahagia
Berapa banyak orang yang saking lamanya bergulat dengan masalah dan emosi negatif sampai-sampai mengabaikan sisi lain dari kehidupan dan dirinya. Seseorang yang tidak peka bahwa banyak hal yang telah diraihnya, banyak anugerah yang Tuhan berikan, dan banyak hal yang sudah selayaknya menimbulkan kesyukuran. Semesti hidup itu ada sisi bahagianya tetapi dia tidak peka lagi terhadap hal-hal yang mendatangkan bahagia. Undanglah kebahagiaan dengan memberikan tempat tersendiri. Hapus folder derita dan ganti dengan folder bahagia. Sekali-kali ketika merasakan ketidaknyamanan lakukanlah klik kanan dan pilih ‘refresh’ alias melakukan kegiatan penyegaran. Ingat “refreshing” bukan “repressing”.


Demikian sejumlah tips untuk menyembuhkan rasa kecewa dan agar hidup lebih bahagia. Kecewa hanyalah bagian dari kehidupan, tidak perlu menjadikannya sebagai bagian utama. Ada bagian kebahagiaan yang perlu juga untuk diperhatikan. 

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved