Wednesday, August 23, 2017

Kerja Tidak Melulu Soal Uang, Berikut Ini 4 Hal Lain yang Tidak Kalah Bermakna dari Uang



Pada umumnya, orang bekerja untuk mendapatkan uang. Saat melamar pekerjaan, tidak jarang ditanya tentang gaji yang diharapkan. Memang kalau orang tidak bekerja, maka dia tidak akan mendapatkan uang (penghasilan) kecuali dia memiliki investasi sehingga tidak perlu bekerja atau dia sudah memiliki banyak uang dari orangtuanya (sudah kaya dari sononya) atau dapat rejeki dadakan (macam tahu bulan aja ya? ^_^) Kenyataannya ternyata kerja itu tidak melulu soal uang, ada hal-hal lain yang tidak kalah bermakna dari uang:

1. Bekerja menjadikan hidup lebih bermakna
Menurut para filsuf, manusia adalah makluk yang aktif untuk mencari makna eksistensi dirinya sendiri. Artinya manusia itu bertumbuh dari waktu ke waktu, tidak pernah berhenti, selalu dalam proses menjadi, mencari makna hidup. Bekerja menjadi salah sarana untuk mencari makna hidup dan dengan bekerja hidup menjadi bermakna. Bekerja itu bergerak, bertumbuh, hidup. Dengan demikian, bisa dipahami kalau orang yang nganggur (tidak ada pekerjaan) itu seolah merasakan kebosanan atau kejenuhan karena ada sesuatu yang hilang atau hidupnya terasa kurang bermakna.






2. Bekerja menjadi sarana untuk bersosialisasi
Manusia pada dasarnya adalah makluk zoon politicon, makluk sosial, makluk yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam kesendirian sekalipun, dalam diri manusia hadir dialog antara sisi bantinnya. Itu menandakan bahwa ada kebutuhan yang manusia tidak bisa pungkiri, yaitu kebutuhan bersosialisasi atau menggabungkan dirinya dengan lingkungan sosial atau orang lain. Bekerja menjadi sarana bertemu dengan teman, terbangung komunikasi, bersosialisasi. Ada jalinan komunikasi, bertukan pikiran atau gagasan, berbagi perasaan dan itu semua dalam kondisi tertentu lebih berharga dari uang yang didapatkan.






3. Bekerja dan meningkatkan kapasitas diri
Manusia lahir dengan bekal potensi yang luar biasa. Potensi itu akan muncul secara actual jika sering diasah atau dilatih. Ada prinsip bahwa bagian yang sering digunakan atau diasah, maka bagian itu akan bertumbuh dan berkembangan. Sedangkan bagian yang tidak atau jarang diasah akan semakin terabaikan. Bekerja memberikan kesempatan untuk menggunakan seluruh potensi yang seseorang miliki. Kapasitas dirinya menjadi semakin meningkat; secara fisik, badannya sehat; secara pikiran, pikiranya tajam; dan secara perasaan, hatinya peka. Seperti pemain sepak bola agar menjadi pemain yang hebat, maka dia harus sering dilatih dan diturunkan dalam pertandingan. Tidak heran jika ada berita seorang pemain bola akhirnya meninggalkan clubnya karena alasan jarang digunakan atau lebih sering dicadangkan. Dia memahami walaupun dicadangkan tidak mengurangi bayarannya tetapi itu membuatnya kehilangan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.







4. Bekerja menjadi bagian dari ibadah
Bekerja menjadi bagian dari ibadah. Dalam bekerja, ada banyak kesempatan untuk membantu orang lain, melayani orang lain, memcahkan masalah orang lain dst. Yang semuanya tadi mengandung amal kebaikan. Ada banyak pahala yang hanya diperoleh dengan bekerja. Dengan memahami itu, kontrak kerja sebenarnya bukanlah pada atasan atau lembaga tetapi antara individu dengan Tuhan. Bidang kerja yang digelutinya menjadi sarana memberikan pelayanan, membantu orang, dan menjadikannya semakin dekat pada Allah SWT.







Dengan memahami 4 hal tersebut tentunya tidak ada alasan untuk tidak bersemangat dalam bekerja. Andai uang yang diterima belum sesuai yang diharapkan, maka percayalah hasil usaha terbaik akan mendapatkan imbalan terbaik walaupun tidak dari tempat bekerja. Bisa saja ‘kekurangan’ itu, Tuhan tambahkan lebih banyak dari tempat lain. Salam bahagia, berkah, dan berkelimpahan. 


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved