Thursday, August 17, 2017

Inilah 5 Lomba yang Tidak Direkomendasikan Saat Agustusan


Setiap bulan Agustus senantiasa ramai dengan berbagai perlombaan. Jenis lombanya sederhana tetapi syarat nilai di dalamnya; mulai dari lomba memasukkan paku ke dalam botol, lomba makan kerupuk, lomba balap karung hingga panjat pinang. Ada nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, persatuan, dan kekeluargaan di dalamnya. Berikut ini ada sejumlah lomba yang tidak direkomendasikan ketika Agustusan;

1. Lomba Lari (Dari Kenyataan)
Kenyataan itu tidak semuanya sesuai harapan. Ada realitas yang melebihi harapan, timbulah perasaan senang. Ada realitas yang kurang diharapkan, timbulah perasaan sedih. Olehkarena itu, perlu kiranya bijaksana dalam menyikapi kenyataan. Tidak perlu lari dari kenyataan apalagi lari dari tanggung jawab. Terimalah kenyataan sebagai titik tolak untuk memulai sesuatu yang lebih baik guna meraih masa depan yang lebih cerah. “Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”, artinya berani bermimpin dan lakukan usaha terbaik untuk meraih realitas terbaik yang diinginkan.


2. Lomba Makan Hati
Kalau makan hati beneran, seperti; hati ayam. Itu boleh-boleh saja. Biasanya kalau makan bubur ayam akan lebih enak lagi kalau dengan sate telor puyuh dan sate hati. Lomba makan hati yang tidak direkomendasikan adalah “makan hati” alias bikin orang kesel, kecewa atau sedih orang lain. Setiap orang pastinya ingin hidupnya bahagia. Olehkarena itu, mengapa satu sama lain tidak saling bekerja sama untuk saling membahagiakan? Indahnya dunia jika suami istri saling membahagiakan, sejuknya dunia jika orangtua dan anak saling memberikan dukungan, bahagia pastinya jika memiliki teman yang senantiasa ada dan saling bisa mengandalkan. Daripada lomba makan hati, lebih baik lomba membuat hati berbunga-bunga.


3. Lomba Nembak Istri Orang
Nembak sungguhan dengan senjata jelas tidak boleh. Nembak menyatakan cinta juga tidak direkomendasikan karena sudah jadi milik orang. Kalau ingin nembak, pastikan masih sama-sama jomblo sehingga tidak akan ada yang tersakiti. Pastikan juga serius bukan main-main. Bagi yang sudah berumah tangga, ada kalanya “rumput tetangga tampak lebih hijau dari rumput sendiri”. Olehkarena itulah, penting untuk menjaga dan memelihara rumput sendiri. Pastinya jika dijaga dengan baik, rumput sendiri akan lebih hijau dibandingkan rumput tetangga. Berikan perhatian lebih untuk pasanganan dan rawatlah cinta dengan sebaik-baiknya, itu tidak mudah tetapi itu bagian dari kerja-kerja cinta.


4. Lomba Jalan Cepat ke KAU
Boleh saja jalan cepat ke KAU tetapi kalau jalan cepat yang dimaksud adalah berlomba untuk cepet-cepetan nikah, itu perlu dipikir masak-masak. Menyegerakan menikah bukan berarti terburu-buru. Menikah bukanlah perlombaan. Dalam kondisi tertentu jelas tidak mudah, lebih-lebih lagi pada wanita yang sudah dipaksa oleh usia dan tuntutan orangtua untuk segera menikah. Ketika wanita hanya bisa menunggu harapan dan ketika laki-laki tidak kunjung memberikan kepastian, seorang wanita haruslah tetap kuat hatinya.



5. Lomba Memasukkan Mantan ke Dalam Botol
Bagi yang punya mantan, pastinya ada rasa kecewa yang dirasakan. Perasaan kecewa yang ingin sekali dihilangkan dengan menjauhi sumber pemicunya. Rasa kecewa yang membuat benci dengan mantan. Sekalipun demikian, tidak direkomendasikan memasukkan mantan ke dalam botol (macam jin aja). Masa lalu sudah berlalu, jadikan yang sudah berlalu sebagai pelajaran untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Masa depan menawarkan banyak kebahagiaan bagi mereka yang mau mengusahakannya. Kecewa itu wajar tetapi jangan sampai rasa kecewa itu menguasai diri seseorang dan merugikan orang lain.



Demikian sejumlah lomba yang tidak direkomendasikan untuk Agustusan. Pilih lomba-lomba yang sudah ada seperti; lomba balap kelereng, lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba tarik tambang, lomba panjat pinang, lomba memukul air dalam plastik dll. Selain biayanya merakyat, hal terpenting adalah kebersamaannya. 


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved