Tuesday, January 3, 2017

Atasi Prokrastinasi (Kebiasaan Menunda Hal Penting) dengan Lima Hal Ini


Setiap orang pastilah pernah menunda suatu hal kemudian melakukan hal yang lain. Namun demikian, perlu diwaspadai jika penundaan itu sudah menjadi kebiasaan termasuk penundaan pada hal-hal yang sebenarnya adalah prioritas. Dalam ilmu psikologi ada istilah prokratinasi penundaan melakukan hal yang prioritas lalu memilih melakukan hal yang jauh dari sesuatu yang penting. Tiga kata kuncinya; penundaan, melakukan hal tidak penting, kontraproduktif dari prioritas yang seharusnya diutamakan. Berikut ini ada 5 hal penting yang berguna untuk membantu mengatasi prokrastinasi:

1. Miliki motivasi yang tinggi

Motivasi merupakan daya dorong atau daya tarik yang menjadikan seseorang memiliki alasan yang kuat untuk bertindak. Kuatnya motivasi yang dimiliki seseorang akan membuatnya melakukan usaha keras untuk meraih apa yang diinginkan. Dengan demikian, perlulah kiranya mengingat-ingat kembali motivasi yang pernah ada atau menumbuhkan kembali motivasi dalam diri yang mampu menjadikan bangkit bertindak kembali. Studi menunjukkan bahwa mereka yang memiliki motivasi yang tinggi terhadap sesuatu memiliki kecenderungan yang rendah dalam melakukan tindakan prokrastinasi. (1)

2. Dukungan sosial dari orang terdekat

Prokrastinasi berupa tindakan menunda-nunda sebuah prioritas dimungkinkan karena permasalahan yang dihadapi terlalu komplek baginya. Permasalahan tersebut seolah menguras tenaga dan pikiran sehingga menjadikan seseorang tertekan. Kondisi tersebut memunculkan mekanisme psikologis untuk kembali mendapatkan kenyamanan, salah satunya dengan menunda. Sayangnya, hal yang dilakukan bukannya mengatasi tantangan yang seharusnya diselesaikan tetapi justru menghindar. Dampaknya, tekanan yang dirasakan semakin besar. Jika kondisinya demikian, maka memiliki dukungan sosial yang memadai merupakan keuntungan tersendiri yang mampu meminimalisasi prokrastinasi. (2)

3. Miliki manajemen waktu yang baik

Kebiasaan menunda-nunda untuk mengerjakan sesuatu yang seharusnya prioritas lalu memilih melakukan sesuatu yang tidak penting bisa jadi disebabkan karena lemahnya pengelolaan waktu yang baik. Proses yang terjadi sehingga memilih melakukan penundaan karena adanya rasa malas dalam diri, rasa kewalahan ketika menghadapi tugas, ketidakmampuan mengelola waktu dengan baik, dan ketidakmampuan membuat keputusan. Hal tersebut menjadi seseorang perlu untuk memiliki manajemen waktu. Penelitian membuktikan bahwa mereka yang memiliki pengelolaan waktu yang baik cenderung tidak melakukan tindakan prokrastinasi. (3)

4. Punyai Sikap Optimis Bukan Pesimis

Perasaan kewalahan dalam menghadapi tugas yang tidak kunjung mendapat solusi bisa memunculkan rasa pesimis dalam diri seseorang. Rasa pesimis tersebut jika dipelihara terus dalam diri, seseorang bukannya menyelesaikan permasalahan sebenarnya tetapi justru mencari pelarian lain untuk menghidari tugas. Penundaan demi penundaan pun akhirnya dilakakukan. Bagaimanapun, perlu kiranya menumbuhkan perasaan optimis dalam diri atau rasa percaya diri bisa menyelesaikan tugas yang ada. (Baca: cara meningkatkan kepercayaan diri). Patut jadi pelajaran bahwa ternyata prokrastinasi berkaitan erat dengan adanya sikap pesimis. (4)

5. Meningkatkan Kontrol Diri

Kontrol diri merupakan usaha seseorang untuk mengatur dirinya sendiri agar segala hal yang dilakukan oleh dirinya bisa mengarah pada tujuan atau hasil yang positif. Dengan demikian, kesadaran tentang hal yang benar-benar dibutuhkan atau perlu dilakukan oleh seseorang itu penting. Dengan kesadaran tersebut, seseorang berusaha sekuat tenaga dan pikiran mengarahkan tindakannya agar bisa memberikan hasil yang positif. Ketika ada godaan datang yang tidak sesuai dengan tujuannya, maka dia berusaha untuk menolaknya. Layaknya orang puasa yang menahan diri untuk tidak makan dan minum sebelum waktunya atau tidak melakukan segala hal yang bisa membatalkan puasanya. Mereka yang memiliki kontrol diri kuat sedikit kemungkinan melakukan tindakan prokrastinasi. (5)

Selain 5 hal tersebut di atas yang bisa mengatasi prokrastinasi, masih ada hal lain yang bisa ditelusuri studinya. Prokrastinasi bisa jadi melibatkan situasi personal dan lingkungan yang kompleks sehingga butuh bantuan profesional psikolog untuk membantu mengatasinya. Dengan demikian, alangkah baiknya datang untuk janjian dengan psikolog yang dipercaya dan mengungkapkan permasalahannya.

Daftar Bacaan:

Bacaan Lainnya:

Purnamasari, E.T. 2014. Hubungan Antara Regulasi Diri Dangan Prokrastinasi Menyelesaikan Tugas Pada Asisten Mata Kuliah Praktikum. Naskah Publikasi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved