Thursday, September 15, 2016

Yakinlah, Dalam Hidup Selalu Ada Pilihan Terbaik


Percayakah anda bahwa hidup ini adalah pilihan? Artinya, anda memiliki pilihan-pilihan dalam setiap kesempatan yang harus anda putuskan. Tidak banyak orang yang merasa dirinya memiliki banyak pilihan bahkan yang terjadi mereka menyerah dengan keadaan. Tidak mudah memang menyadarkan seseorang akan pilihan-pilihan yang mereka miliki terlebih bagi mereka yang mengalami kegagalan berulang kali dan hidup dihadapkan dengan kondisi keterbatasan. Rasanya hari-hari hanya dihadapkan dengan pilihan hitam dan putih, tidak ada pilihan abu-abu.
Situasi yang demikian, bisa kita temukan pada mereka yang dihadapkan pada permasalahan. Seorang penderita penyakit kronis dan mendapat vonis hidupnya tinggal menghitung hari, umumnya merasa tidak banyak pilihan. Mereka yang 'memvonis' dirinya sendiri juga mereka yang 'divonis' lingkungan tidak akan berhasil, tidak akan mampu menyelesaikan masalah dst rata-rata juga merasa tidak punya banyak pilihan dalam hidup. Yang terjadi kemudian, mereka ’menyerah’ dengan keadaan dan mendapati diri mereka semakin hari semakin lemah dan semakin dekat dengan batas kehidupan. Sulit memang meyakinkan orang-orang yang mendapati hari mereka terhimpit dengan vonis dan merasa hidupnya sudah berakhir. Saya dan juga anda sendiri mungkin ketika dalam kondisi yang demikian merasa butuh energi besar untuk diyakinkan. "Saat stagnan dalam pencapaian, seseorang butuh untuk diyakinkan bahwa harapan juga keinginan mereka masih layak untuk dicapai dan mereka tidaklah sendirian dalam kehidupan ini."
Keberanian untuk memutuskan, itulah yang diperlukan. Keberanian itu muncul ketika keyakinan terus dibesarkan. Jika seseorang dalam keadaan sakit dan tervonis maka putuskan untuk sembuh kembali. Jika anda seseorang yang dihadapkan dengan kemalangan-kemalangan maka tumbuhkan harapan bahwa esok akan tiba hari yang lebih baik. Jika ada orang yang putus asa maka yakinkan dia bahwa ketika keyakinan muncul maka akan muncul pula keajaiban-keajaiban. Dengan mengkungkung diri pada keterbatasan dan vonis sama halnya semakin mempercepat ’kematian’. Terbelenggu 'vonis' diri dan lingkungan hanya akan menyempitkan kesempatan. Lihatlah banyak orang yang direpotkan dengan keadaan mereka yang tebelenggu 'vonis' dan keputusan untuk putus asa bukanlah jalan penyelesaian. Bukankah orang yang selama ini memberi perhatian akan semakin bahagia dan merasa tidak sia-sia apa yang mereka lakukan jika anda meyakinkan mereka bahwa anda akan pulih kembali, anda lebih optimis? Wajah keceriaan anda akan menjadi berita gembira bagi mereka. Dan tahukah bahwa merasa gembira merupakan langkah awal kesembuhan seseorang? Optimisme dan harapan akan membuka banyak peluang. Merasa bahagia akan meningkatkan imunitas tubuh, menjadikan gen mengembang, dan memberikan energi positif pada lingkungan. Milikilah harapan karena itu adalah nyawa bagi setiap orang.
Memutuskan untuk menjadi lebih baik diawali dengan menumbuhkan harapan dalam diri, optimisme, dan keyakinan yang kuat pada Tuhan. Manusia tidak bisa menentukan hasil akhir dari apa yang dia alami tetapi manusia memiliki tugas untuk melakukan sebab-sebab agar hasil akhir terjadi sesuai yang dia harapkan. Memutuskan untuk menjadi sembuh, lebih optimis dalam meraih impian, dan menjalani hari-hari lebih bahagia pada dasarnya merubah kebiasaan (meminimalisasi) kata-kata negatif, keluhan, dan persangkaan buruk terhadap segala keadaan. Tahukah anda bahwa senjata pembunuh paling berbahaya bukanlah senjata kimia atau biologis tetapi kata-kata negatif? Masa depan seseorang bisa berantakan gara-gara kata-kata negatif yang diberikan lingkungan. Kata-kata oleh diri sendiri yang bernada keluhan, protes juga tidak kalah akibatnya; menjadikan tubuh semakin lemah dan semakin tidak bergairah.
Keberanian membuat keputusan berarti melakukan usaha terbaik dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Ada kekuatan keyakinan yang bekerja. Tidak ada yang lebih berharga dibanding keyakinan pada Tuhan. Ketika keyakinan itu terkikis dan tercerabut, apa yang bisa manusia andalkan? Duri kecil yang mengenai kaki bisa menghantarkan pada kematian jika Tuhan menghendaki. Satu nyamuk demam berdarah bisa menjadikan akhir hayat seseorang jika Tuhan memang menakdirkan. Demikian juga, permasalahan besar, penyakit separah apapun jika Tuhan berkehendak maka tidak ada yang mampu mencegahnya. Allah SWT memiliki sekian jalan penyelesaian yang manusia tidak pernah sangka-sangkakan.
Dalam bagian sebelumnya, anda telah mencoba memahami keluhan yang anda rasakan, respon, dan dampak dari respon tersebut. Keluhan biasanya bukan menyelesaikan permasalahan tetapi malah menambah parah keadaan. Lebih jauh lagi makin parah makin mengeluh, wah bisa makin complicated keadaannya.  Anda perlu memutuskan, memberanikan diri untuk bangkit dari keluhan dan keterpurukan. Terkadang orang tidak menyadari bahwa selain ketakutan, ada keberanian dalam diri seseorang. Dalam diri setiap orang ada dua sisi, ketakutan-keberanian, optimisme-keputusasaan, lemah-kuat dst. Ketika dihadapkan keadaan yang buruk seseorang merasa takut maka mengeluh berarti menguatkan ketakutan. Kenapa anda tidak mencoba menguatkan keberanian dalam diri anda dengan menumbuhkan harapan, menyiraminya dengan optimisme? Dengan demikian, detik ini putuskanlah untuk menguatkan keberanian, harapan, optimisme dalam diri anda. Jika anda sakit parah maka putuskan diri anda akan mendapati kesembuhan, jika anda lama belum menemukan jodoh maka putuskan anda akan segera mendapatkannya dst.

Keadaan yang Anda Keluhkan
Pernyataan Keputusan yang Menggambarkan Harapan, Optimisme, Keberanian Anda









EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved