Saturday, September 3, 2016

Tips Memilih Pelatihan yang Benar


Jika diperbolehkan bertanya, sudah berapa kali anda mengikuti pelatihan pengembangan diri? Masih ingat pelatihan apa saja itu? Sekarang, cobalah hitung berbagai perubahan (manfaat) yang telah didapatkan. Mungkin menjadi lebih tahu? Lebih termotivasi? Perubahan apa saja yang terjadi dalam kehidupan anda setelah mengikuti pelatihan?
Ada orang-orang yang ikut pelatihan sudah ke sekian kalinya. Dengan kata lain, sekian sertifikat telah didapatkan bahkan lisensi dari para pelatih profesional berbayar. Saking sering dan banyaknya pelatihan yang diikuti mungkin malah lebih banyak materi yang pernah didapatkan peserta dibanding trainernya. Saya pernah merasa minder saat suatu kali memberikan materi yang ternyata pesertanya sudah berulang kali mendapatkan. Jika mereka mau open mind tidak masalah tetapi jika mereka justru merasa sok tahu dan meng-counter materi yang disampaikan trainer, bisa-bisa peserta lain yang baru pertama kali ikut merasa tidak ngeh lagi. Tentunya sebagai seorang trainer, banyak trik yang disiapkan berbagai kemungkinanan yang muncul dalam pelatihan. Alhamdulillah, selama ini kontrak pelatihan yang mengarahkan peserta untuk open mind, pemberian reinformcement positif, dan penguasaan audien cukup efektif untuk mengatasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi selama pelatihan.
Perlu dipahami bahwa tidak semua pelatihan itu benar-benar diperlukan. Hampir setiap kesempatan, kita temui kata “sertifikat, sertifikasi” menjadi daya tarik tersendiri. Padahal, mengikuti pelatihan berbayar jutaan tetapi tanpa ada pembiasaan untuk praktik, bisa dipastikan kecil kemungkinannya seseorang langsung bisa expert. Perubahan apa yang bisa dilakukan setelah pelatihan, itu yang lebih penting daripada hanya sekedar mengejar sertifikat dan lisensi.
Dalam kesempatan lain, ada orang-orang yang sudah sekian kali mengikuti pelatihan tetapi tetap saja dia begitu-begitu saja. Wajar memang karena tidak semua pelatihan menyajikan cara bagaimana para peserta bisa mempraktikkan seperti yang dilakukan trainernya. Setidaknya ketika kita berniat mengikuti pelatihan, perlu dipahami apa yang benar-benar kita butuhkan. Apakah hanya ingin meningkatkan pengetahuan? Pelatihan yang lebih banyak ceramahnya mungkin lebih tepat, seminar. Apakah mengasah kemampuan? Berarti pelatihannya lebih banyak mengajarkan tentang teknik-teknik.
Pelatihan dasar yang diambil pertama kali bukanlah pelatihan yang mengasah kepemahaman apalagi melatih skil. Hal mendasar sebelum kepemahaman dan skil adalah pelatihan yang menjadikan seseorang siap mendapatkan pengetahuan dan skil baru yaitu mind set. Bukan sekedar pelatihan yang memberi pengetahuan akan mind set tetapi menjadikan seseorang sadar untuk mengubah mind set-nya dan bisa melakukan sendiri. Tanpa ada perubahan mind set, sebanyak apapun pelatihan yang diikuti tetap saja tidak akan banyak yang bisa dihasilkan. Trainer hanyalah fasilitator, para peserta sendiri yang dengan kesadarannya melakukan perubahan mind set.
Mari tengok kembali berbagai pelatihan yang pernah anda ikuti. Penting untuk memahami kebutuhan anda sendiri dan apa yang selama ini anda dapatkan. Dengan demikian, dalam kesempatan berikutnya anda diharapkan akan lebih efektif dalam mengikuti pelatihan.


Apa yang Anda Harapkan dari Pelatihan Itu
Apa yang Anda Dapatkan dari Pelatihan Tersebut
Seperti Apa Pelatihan yang Mestinya Anda Ikuti






EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved