Saturday, September 10, 2016

Kalau Kamu Lihat Lukisan-Lukisan Ini, Pastinya akan Takjub! Tahukah Bahwa Lukisan Tersebut Dilukis dari Kursi Roda?


Apa yang orang anggap sebagai keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan, benar? Ada orang-orang yang justru situasi sulit menjadikan potensi dirinya melejit. Ada pula orang yang serba dalam keterbatasan lalu memiliki tekad kuat ingin maju dan akhirnya dari awalnya terbatas jadi teratas. Hidup ini menyediakan pilihan bagi siapa saja yang menyadarinya, keputusannya ada pada diri orang tersebut. “Orang lain berhak menilai kita tapi kita (sendiri) (yang) bertanggung jawab membuat diri kita bernilai”, demikian kalimat mutiara pelukis yang Psikologi Menjawab kupas pada bagian ini. Lukisan-lukisan yang pastinya membuat takjub, selain bagus lukisannya, karya tersebut dilukis dari kursi roda atau pembaringan. Berikut ini karya-karyanya:

 Hidup menyediakan pilihan-pilihan, manusia sendiri yang memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya.


Setiap orang tentu memiliki masa lalu, ada yang menyenangkan dan ada yang tidak. Ada orang yang mengalami pengalaman pahit, kegagalan, terpuruk dan nyaris membuatnya putus asa. Walaupun begitu, firman Allah SWT bahwa seseorang tidak diuji melainkan sesuai kadar kemampuannya menyadarkan bahwa pastinya seseorang bisa melalui masalah yang dia alami. Tuhan juga tidak membiarkan hamba-Nya putus asa. Begitupula sepertinya fase yang telah dilalui Art Rodhi yang kini menjadi pelukis tuna daksa hebat. Tersebab kecelakaan saat kelas 3 SMP, separuh badan Rodhi bagian bawah lumpuh. Sebelum akhirnya menjadi pelukis hebat.

Di saat manusia menyadari titik terendah, Tuhan hadirkan ‘malaikat-malaikat guna memberikan pertolongan


Dalam keadaan separuh badan yang lumpuh, bukanlah hal mudah untuk beraktifitas. Rasa sakit fisik, perasaan kecewa, dan berbagai pikiran tentang nasib buruk di masa depan pastinya bermunculan. Saya sendiri bisa memahaminya, karena saya pernah mengalami kecelakaan yang membuat bahu saya cidera, sungguh menyiksa. Syukurlah, Allah SWT memberikan kesempatan untuk melakukan hal yang lebih baik. Dia juga menghadirkan orang-orang yang penuh ketulisan dan cinta kasih selalu memberikan motivasi, dorongan, semangat untuk bangkit dari keadaan terpuruk menuju keadaan yang lebih baik. Ada rahasia hebat yang Tuhan singkap dari keadaan yang kita alami. Demikian pula Art Rodhi, ibunya tiada henti-henti memberikan motivasi, ketulusan cinta yang mengobati, dan segala daya upaya yang menjadikan Rodhi akhirnya bangkit serta menemukan bakatnya. Jadi pelukis hebat menuju tingkat dunia.

Mengawali dari keterbatasan. Hanya tekad kuat yang tersemat jadi modal.


Benar kata nasihat bijak, di balik kesuksesan laki-laki ada dua wanita di belakangnya, ibu dan atau istrinya. Demikian dengan Art Rodhi, ibunya yang selalu menguatkan untuk bangkit. Sampai pada titik ibunya memahami bahwa ada bakat terpendam dari Rodhi, bakat seorang pelukis hebat. Kamar Rodhi disulap menjadi ruang melukis, ada kanfas, dan perlengkapan melukis. Setahap demi setahap Rodhi sendiri pun menemukan spesialisasi gaya melukisnya, yaitu melukis sketsa dengan pensil. Teman-temannya yang berkunjung melihat karya Rodhi menjadi tertarik, satu, dua, dan akhirnya banyak orang yang pesan karya-karyanya terutama permintaan melukis sketsa wajah. Tekad kuat yang tersemat pun berbuah manis.

Belajar, berkarya, dan menebar kebermanfaatan bagi banyak orang

 

Belajar memang tidak ada habisnya, mulai dari buaian sampai liang lahat. Selanjutnya, ilmu dari hasil belajar digunakan untuk berkarya guna memberikan banyak kemanfaatan buat orang lain sebagaimana pesan bijak bahwa manusia terbaik adalah yang paling banyak kemanfaatan buat orang banyak. Rodhi pun terus mengembangan ilmunya, belajar baik pada ahlinya memalui dunia maya maupun secara langsung. Dia juga aktif di sosial media untuk menduniakan karyanya. Banyak orang yang tertarik dengan hasil lukisannya.
Demikian Psikologi Menjawab berbagi kisah. Lukisan-lukisan menakjubkan hasil karya Rodhi Mahfur, pelukis tuna daksa asal Kendal. Lebih lanjut bisa baca tulisan lainnya di sini juga profilnya di sini


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved