Sunday, August 28, 2016

Untuk Wanita yang Hanya Bisa Menunggu Harapan, Laki-laki yang Tak Kunjung Memberi Kepastian. Apa yang harus dilakukan?


“Masak aku yang harus ngejar-ngejar dia. Harusnya dia dong yang cowok, aku kan cewek”, itulah kiranya ungkapan perasaan gemes pada cowok yang tak kunjung datang memberi kepastian. Tebar pesonan pada wanita. Wanitanya sudah baper dan GR tetapi masih saja tidak ada kepastian. Mungkinkah sudah menjadi suratan wanita hanya bisa menunggu?
“Dia sebenarnya mau ndak ya sama aku? Kalau aku serius sama dia, aku yang masih belum siap”, itulah yang mungkin saja ada dalam pikiran cowok. Memang ada cowok yang masih saja ragu. Ada rasa suka tetapi ragu untuk mengungkapkan. Orang lain sudah menilainya sangat siap untuk menikah tetapi belum juga ada yang dilamar. Giliran ada teman cowok yang tetiba menikah, dia merasa keduluan. Lalu bagaimana?

Untukmu wanita yang hanya bisa menunggu, pahamilah bahwa posisi wanita sesungguhnya tidak harus pasif alias berdiam diri.


 Dalam ukuran budaya Indonesia mungkin saja memang dianggap tabu ketika wanita mengajukan diri untuk dilamar. Namun demikian, kalau menengok sejarah, Khadijah mengajukan diri untuk dilamar nabi Muhammad SAW dengan mengutus orang kepada keluarga nabi guna menyatakan maksud hati Khadijah. Keluarga nabi Muhammad menanyai beliua dan beliau setuju. Selanjutnya, keluarga nabi Muhammad melamar Khadijah. Mereka kemudian menikah. Jika belajar dari sejarah tersebut, secara agama diperbolehkan. Tentunya sebelum mengajukan diri, pastikan si cowok juga suka dan keluarga mendukung. Hal terpenting adalah tetap menjaga diri agar tidak melakukan perbuatan yang justru lebih dekat dengan dosa.

Laki-laki yang ragu itu butuh untuk diyakinkan dan dikuatkan. Berikanlah dukungan positif atas usaha baik yang dia lakukan.


Laki-laki terbiasa hidup dengan logika. Semuanya dihitung dan semuanya berusaha untuk dipastikan dengan logikanya. Kalau urusannya terkait dengan perasaan, itu yang terkadang membuatnya mengalami keraguan. Urusan perasaan berusaha dia logikakan, jadilah adu ‘kekuatan’ logika vs perasaan. Karena itu, laki-laki butuh diyakinkan dan dikuatkan. Diyakinkan bahwa dia bisa menghadapi semuanya. Dikuatkan bahwa ada orang yang siap selalu mendukung dia. Toh, pada hakikatnya hidup berumah tangga adalah saling mendukung antara suami-istri; logika-perasaan; otak-hati. Bukan saling bertentangan tetapi saling bekerjasama untuk saling menguatkan.

Membantunya dengan doa itu lebih berguna dibandingkan hanya diam dalam penantian. Jika jodoh pastinya akan bersatu.


Jangan pernah ragu akan kekuatan doa. Doa itu bisa mengubah masa depan selain dengan usaha tentunya. Berapa banyak keajaiban dalam kehidupan kita ini yang pada dasarnya tidak lepas dari kekuatan doa? Karena itu, biasakan untuk selalu mendoakan dia dalam setiap kesempatan. Mengobati kerinduan dan menghalau jenuhnya penantian dengan tulusnya doa pada sepertiga malam. Serahkan padaNya, pastilah kalau jodoh akan disatukan. Mohonkan kemudahan jalan menuju pelaminan dan nantinya hidup berumah tangga dalam ketaatan serta kebahagiaan.

Jangan terlalu lama galau dalam penantian. Hidup harus berlanjut. Teruslah berkarya dan melakukan yang terbaik.


Jodoh itu unik. Tidak bisa diburu-buru, tidak bisa kalau didiamkan. Aneh memang. Namun demikian, percayalah di sisi belahan bumi sana ada orang yang khusyuk berdoa saat anda berdoa. Ada orang yang terus bergerak maju guna menyambut jodonya. Jodoh itu adalah anda, maka teruslah bergerak. Biarkan Allah SWT mengatur pertemuannya. Teruslah berkarya dan mendewasa. Ketika waktunya tiba, Allah SWT bisa saja memberikan kejuatan dan mengatur semua sehingga so amazing.
Jadi untuk wanita yang hanya bisa menunggu, tidak perlu terus termangu. Menunggu memang tidak menyenangkan, lebih-lebih jika tidak ada kepastian. Namun demikian, itu lebih baik karena ada wanita cantik yangkarena alasan tertentu lama tidak nikah-nikah.


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved