Thursday, August 25, 2016

Pengen Rejeki Berlimpah? Pahami 4 Hal Ini


Memiliki rejeki yang berlimpah tentunya menjadi dambaan setiap orang. Hidup tanpa kekurangan dan kebutuhan serba tercukupi. Bukan hanya itu, tentunya juga memiliki tabungan dan investasi yang banyak. Pahami 4 hal berikut ini:

1.    Perlu dipahami bahwa rejeki tidak melulu berwujud uang


Orang sering tidak memahami bahwa rejeki tidak melulu harus berwujud uang. Ada banyak hal yang tidak bisa dinilai dengan uang. Badan yang sehat, pikiran yang waras, hati yang bersih dan bersemangat adalah rejeki yang tidak ternilai. Ketika seseorang memiliki ketiganya, itu bisa menjadi modal besar untuk mencari rejeki yang lain. Kesehatan, keluarga, teman, waktu luang, kesempatan, usia yang panjang dst juga bagian dari rejeki. Berapa banyak orang yang banyak uangnya dan dengan uang tersebut bisa membeli beragam makanan yang lezat tetapi karena alasan kesehatan, dia hanya boleh makan makanan yang menurut ukuran umum jauh dari lezat? Berapa banyak orang yang tampak memiliki segalanya tetapi dia tidak merasakan kebahagiaan karena waktunya habis bahkan tidak ada waktu luang untuk dirinya dan keluarganya? Dengan demikian, perspektif yang luas akan makan rejeki menjadikan kita lebih bijak dan banyak bersyukur bahwa sebenarnya Tuhan melimpahkan banyak rejeki untuk kita.

2.    Mindset yang dimiliki seseorang tentang rejeki akan mempengaruhi rejekinya


Ada orang-orang yang memiliki pola pikir (mindset) bahwa uang adalah sumber masalah. Memang pada kenyataannya ada orang  yang melakukan korupsi karena ingin uang; orang mencuri karena uang; orang berbuat jahat demi mendapatkan uang. Namun demikian, untuk membangun tempat ibadah dibutuhkan uang; agar orang bisa mengenyam pendidikan berkualitas dibutuhkan uang; agar bisa membantu orang-orang miski, maka butuh uang. Ternyata uang tidak semata-mata sumber permasalahan tetapi uang bisa juga jadi alat untuk mengatasi permasalahan. Jangan harap jadi orang kaya ketika yang ada dalam pikirannya adalah uang sebagai sumber masalah. Jadikan uang sebagai sarana, bukan tujuan akhir. Sudah selayaknya orang ingin kaya agar bisa membantu banyak orang dan memperbanyak amal kebaik.

3.    Apa yang seseorang yakini dalam memperoleh sesuatu akan mempengaruhi proses yang dilaluinya


Tidak jarang orang mengatakan bekerja keras, peras keringat banting tulang untuk mendapatkan sesuap nasi. Kata-kata tersebut memang terdengar puitis tetapi perlu diingat bahwa kata-kata bisa menjadi doa. Kenapa tidak mengatakan kerja sungguh-sungguh untuk mendapatkan sebongkah berlian. Kerja keras seolah menggambarkan usaha fisik, menggunakan otot, dan tenaga untuk mendapatkan uang. Padahal kenyataannya, orang bisa saja menggunakan kecerdasan, pikiran, perasaan, pengetahuan untuk mendapatkan uang tidak melulu kerja otot. Lagipula, kerja keras dengan otot umumnya dibayar jauh lebih rendah dibandingkan dengan kerja cerdas menggunakan pengetahuan atau pikiran.

4.    Pintu rejeki itu beragama, Tuhan menyediakan banyak cara mendapatkan rejeki


Tidak perlu membatasi jalan memperoleh rejeki. Asal halal dan banyak, jangan jadikan masalah. Bagaimana membatasi jalan rejeki? Dengan menganggap bahwa pekerjaan X yang lebih mulia dibanding Y. Masih ada kasus orang yang kena tipu karena sangat ingin jadi PNS lalu titip uang pada orang yang mengaku bisa meluluskan jadi PNS. Bahkan ada yang membayar ratusan juta agar jadi PNS. Orang memang memiliki pilihan hidup masing-masing. Hal terpenting yang perlu diketahui adalah PNS bukan satu-satunya pekerjaan. Lebih-lebih pekerjaan yang gajinya besar. Di era kemajuan internet seperti sekarang, ada orang-orang kelihatannya menganggur, kesehariannya di rumah, tiba-tiba beli mobil, dan tiap bulan datang kiriman uang. Mereka para internet marketer yang meraup penghasilan melalui internet. Pendapat mereka bahkan jauh lebih besar dari yang setiap hari masuk kerja. Gila kan?
Ada pula pilihan-pilihan untuk menambah penghasilan atau rejeki. Pekerjaan sampingan yang tidak mengganggupekerjaan utama. Asyiknya, ada orang yang berhenti dari pekerjaan utama dan lebih menekuni pekerjaan sampingan karena selain bisa mengatur waktu juga menjanjikan sekali hasilnya. 


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved