Monday, August 8, 2016

Manusia Diuji Pada Titik Kelemahannya








Kerja keras mencapai kesuksesan tidak lepas dari adanya tantangan dan kesulitan. Tantangan dan kesulitan adalah realitas yang ditemui dalam mencapai sebuah keberhasilan. Permasalahan muncul ketika kemampuan yang dimiliki lebih rendah dibandingkan dengan tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Kesulitan yang dihadapi merupakan umpan balik untuk meningkatkan kemampuan diri, terus belajar, dan pantang menyerah. Jika sampai tiba waktunya kemampuan diri melebihi kesulitan yang dihadapi, maka saat itu yang sebelumnya dianggap kesulitan tidak ada artinya apa-apa.
Jika direnungkan betul-betul, pastilah setiap orang pernah mengalami kesulitan dalam kehidupannya. Tantangan kehidupan yang seolah menjadikannya tidak kuat menghadapi sendiri. Seiring berjalannya waktu, ada banyak hal yang dulu dianggap sebagai permasalahan dalam kehidupan seseorang tetapi kini sudah tidak lagi dianggapnya demikian. Hal tersebut disebabkan kemampuan diri yang meningkat dibandingkan pada saat menghadapi kesulitan yang dimaksud. Kemampuan diri dalam memahami permasalahan, pengetahuan yang meningkat, dan berbagai dimensi kapasitas diri lainnya. Apakah kesulitan dan tantangan tidak ada lagi sekarang? Tetap masih ada tetapi berbeda bentuknya. Yakinlah akan bisa menghadapi seiring berjalannya waktu dan meningkatkan kapasitas diri.
Tantangan diperlukan agar kehidupan ini bergairah. Seperti kisah nelayan yang memasukkan anak ikan hiu dalam tampungan penangkapan ikan di dalam kapalnya. Tampungan besar berisi air dan ikan-ikan hasil tangkapan dari laut serta anak ikan hiu. Adanya ikan hiu yang mengejar-ngejar ikan-ikan menjadikan ikan bergerak, tetap hidup, dan segar. Ikan-ikan yang segar inilah yang harganya mahal dibandingkan dengan ikan yang lemes karena tidak bergerak. Adanya tantangan menjadikan badan bergerak, otak berpikir, dan hati terus bersemangat. Hidup terasa menyenangkan setiap harinya. Bekerja dengan semangat seolah hidup selamanya, beribadah dengan serius seolah meninggal esok hari.
Waspadalah, jangan-jangan selama ini anda belajar berputus asa. Pahamilah, bahwa kesulitan di dalam kehidupan pasti ada. Allah SWT meletakkan kesulitan pada titik kelemahan seseorang. Ada orang yang kurang pandai matematika, kesulitan ada pada dirinya saat dihadapkan pada persoalan matematika. Orang yang tidak luwes dalam pergaulan akan mengalami kesulitan dalam membangun hubungan baru. Kesulitan ada sebagai penanda bahwa di sisi itulah titik kelemahan seseorang. Bukannya Allah SWT tidak menyukai hambaNya sehingga menghadirkan kesulitan, justru Dia ingin agar seorang hamba tersebut terkikis kelemahannya dan berganti kelebihan. Bahkan terkadang, apa yang dianggap orang awalnya kekurangan justru dari situlah muncul bakat-bakat dan kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. 


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved