Friday, August 12, 2016

Inilah 4 Cara Powerfull Menghadapi Orang yang Suka Meremehkan


“Mas, saya biasa diejek teman saya. Mereka juga sering merendahkan saya. Bagaimana mas? Minta solusinya”, itulah pesan yang masuk di handphone saya. Masih ada ternyata orang yang suka merendahkan orang lain, mengejek, bahkan melakukan hal yang tidak menyenangkan. Sepertinya orang yang demikian memang sudah ditakdirkan ada. Lalu, bagaimana cara menghadapinya? Inilah empat langkah powerfull yang menjawab orang yang suka meremehkan diri anda.

1.      Yakinilah Bahwa Anda Memiliki Potensi Hebat


Anda haruslah yakin sepenuhnya bahwa di dalam diri setiap orang ada potensi hebat yang terpendam. Jadikan sikap orang lain yang meremehkan sebagai api pemantik ledakan potensi diri. Masak manusia kalah dengan hewan. Bunglon saja memiliki potensi hebat yang bisa membuatnya terus eksis, yaitu bisa mengubah warna kulit sesuai dengan warna tempat dimana dia berada. Lain dengan bunglon, cumi-cumi memiliki semburan tinta yang bisa digunakan untuk melindungi dirinya ketika ada musuh menyerang. Sebuah kemampuan yang unik dan tidak dimiliki oleh hewan lain. Jika hewan yang notabenenya tidak lebih dari manusia memiliki potensi hebat seperti itu, tentu manusia sudah dibekali potensi yang lebih hebat lagi. Renungkanlah dan temukan potensi dalam diri anda sendiri. Anda bisa juga bertanya pada sahabat dekat anda tentang kelebihan anda. Itu akan membantu dalam proses menemukan potensi diri.

2.      Hebatkan Diri Anda dan Buktikan Bahwa Anda Luar Biasa


Meladeni kalimat ejekan dari orang lain tidak perlu dengan ejekan. Hebatkan diri dan buktikanlah bahwa anda orang yang luar biasa. Thomas Alfa Edison sempat diejek dan dikatakan gagal oleh orang disekitarnya ketika eksperimen menemukan lampu pijar berulang kali belum berhasil. Dia hanya menjawab, “Aku bukan gagal, justru aku menemukan sekian bahan yang tidak efektif buat lampu pijar”. Dia terus melanjutkan eksperimennya, tidak peduli kata-kata negatif dari orang lain. Orang akhirnya mengakui kehebatan Thomas Alfa Edison ketika dia benar-benar menemukan lampu pijar. Jadi, lebih baik energi digunakan untuk menghebatkan diri daripada membalas ejekan dan sikap meremehkan dari orang lain.

3.      Maafkan Mereka


Cara powerfull ketiga saat diremehkan orang lain adalah dengan memaafkan mereka. Memang tidak mudah untuk memaafkan, lebih-lebih kalau bertemu orangnya tiap hari dan dia terus menyakiti. Daripada meladeni dan mendapat dosa, lebih baik secara bertahap memaafkannya. Anggap saja mereka adalah motivator, hanya saja tidak pandai memiliki kata-kata mutiara. Kamus yang mereka miliki isinya ejekan dan kalimat negatif. Ibaratkan jamu, biar rasanya pahit tetapi menyehatkan. Maafkanlah.

4.      Bantulah Mereka, Balas Dengan Kebaikan


Memberi bantua pada orang yang pernah meremehkan atau menyakiti di masa lalu itu lebih tidak mudah lagi. Namun demikian, membalas dengan kebaikan adalah bagian dari bukti akan adanya kasih sayang. Siapa tahu dengan kebaikan itu dia jadi terbuka hatinya dan menyadari kesalahannya sehingga dia berhenti jadi orang yang merendahkan orang lain. Kadang orang baru sadar perbuatannya jika dia merasa lebih rendah dari orang yang dulunya dia rendahkan.
Itulah empat cara powerfull saat diremehkan orang lain. Kita berdoa saja semoga, orang yang merehkan, merendahkan, dan segala macam orang tidak baik di dunia ini semakin sedikit. Semoga orang baik semakin banyak sehingga dunia penuh kedamaian dan kenyamanan. 


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved