Thursday, August 11, 2016

Ini 4 Resep Bahagia yang Mungkin Anda Cari-Cari


Siapa yang tidak mendambakan kebahagiaan? Pastilah semua orang di dunia ini sangat ingin bahagia. Kalau bisa selamanya. Namun kenyataannya, banyak orang yang merasa menderita dan tidak merasa bahagia. Berikut ini adalah 4 resep agar bahagia.

1.      Syukuri Apa Yang Ada, Hidup Adalah Anugerah


Hidup adalah anugerah tersendiri yang diberikan Tuhan. Hal ini yang sering tidak disadari dan jarang disyukuri. Ada banyak hal lain dalam kehidupan ini yang perlu disyukuri. Badan yang sehat, pikiran yang waras, waktu luang, dan banyak lagi. Allah SWT menjanjikan tambahan nikmat bagi mereka yang bersyukur dan menyediakan siksa bagi mereka yang kufur alias mengingkari nikmat. Jika ada pengemis datang ke rumah anda minta sedekah, lalu anda member uang, dan sebelum pergi si pengemis mengucapkan terima kasih sekali pada anda, tentu anda tidak keberatan untuk memberi lagi jika dia datang di lain hari. Kalau dia ngomel-ngomel padahal sudah anda kasih, tentulah di lain waktu anda akan usir atau memarahi dia. Maka, berterima kasihlah. Bersyukurlah.

2.      Berhenti Membandingkan, Coba Lihat Ke Bawah


Orang merasa menderita karena dia biasa membandingkan. Lebih sering melihat ke atas dan jarang melihat ke bawah. Tetangga beli mobil baru, hati merasa panas, dan merasa kalah. Sedih. Teman gajinya naik, pikiran jadi puyeng. Sedih lagi. Berhentilah membandingkan. Jika ingin membandingkan, lihatlah ke bawah.
“Alhamdulillah punya mobil, tidak baru sih, daripada tetangga yang punyanya motor”, yang punya mobil.
“Syukur ya, punya motor, tetangga kemana-mana jalan naik sepeda ontel”, yang punya motor.
Yang punya sepeda, “Lumayan punya sepeda, itu lho tetangga jalan kaki”.
Yang biasa jalan kaki, “Alhamdulillah, sehat dan jalan kaki. Ketimbang tetangga yang sakit dan tidak bisa jalan”.
“Alhamdulillah, masih diberikan usia panjang bisa melihat anak cucu, itu tetangga udah meninggal”, yang tidak bisa jalan kaki.
Bahagia itu memang soal pinter-pinter membandingkan saja. Iya ndak?

3.      Murah Senyumlah Pada Orang Lain


Bahagia lalu senyum atau senyum dan jadilah bahagia? Ternyata senyum itu mengaktifkan neurotransmitter dalam otak yang mengurusi kebahagiaan. Ada koneksi antara fisik dan psikologis. Kalau fisiknya (senyum), maka psikologisnya juga akan terbangun kebahagiaan. Selain itu, senyum terhitung juga ibadah ketika senyumnya pada orang lain. Ingat ya, senyum ya senyum tapi jangan terus senyum-senyum sendiri saat sepi. Dikira orang sableng nanti. Hehehe…

4.      Selalu Berprasangka Positif, Lebih-lebih Pada Takdir


Enak kalau orang bisa selalu berprasangka positif, lebih-lebih pada takdir. Percayalah bahwa Tuhan menghendaki setiap hambanya hidup bahagia. Para nabi turun ke dunia juga mengajarkan doa yang isinya permohonan kebahagiaan dunia dan akhirat. Andai tidak dapat sepenuhnya kebahagiaan di dunia, tentulah berprasangka positif dengan usaha terbaik kalau di akhirat dapat fasilitas yang membahagiakan. Temukanlah hikmah dalam setiap hal, pastinya mengandung hal baik.
Manusia memang menginginkan bahagia terus tapi pada kenyataannya, Tuhan menciptakan semua hal di dunia ini berpasangan. Ada bahagia, ada sedih; ada siang, ada malam dst. Kalau isinya siang terus, pasti tidak menyenangkan. Kalau malam terus, juga tidak menyenangkan. Jadi, keduanya ada adalah bagian kebaikan untuk manusia. Andai ada ujian, Yakinlah ujian itu pastinya bisa terlampaui. Berbahagialah. 


EmoticonEmoticon

Copyright © PSIKOLOGI MENJAWAB All Right Reserved